Showing posts with label BY : Robert ANKERS. Show all posts
Showing posts with label BY : Robert ANKERS. Show all posts
05 June 2012 0 komentar

PAGI ??? OH TIDAK !

yang aku takutkan jika bangun pagi...

-tergoda fatamorgana dunia. ( mereka saling berpacu melawan waktu demi kertas yang bernama uang & melihat di hadapannya itu ada sebuah kursi empuk yang bernama Jabatan )

-terpancing emosi ( saling sikut dan membunuh untuk mendapatkan poin pertama diatas itu.)

-Semua bebas tanpa aturan ( menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang ia inginkan )

semua membuatku muak, pusing, mual...
jika pagi-pagi sudah berada di jalanan yang penuh dengan robot-robot pengejar jabatan..

ada apa sebenarnya dengan itu semua???
bukankah kita sama-sama hidup di dunia?
cuma yang membedakan orang yang punya jabatan hidupnya tidak senyaman orang yang hidup dengan penuh syukur. mereka punya banyak tuntutan ini dan itu, mereka punya segalanya yang di perlukan di dunia, tapi kita punya apa yang di butuhkan di akhirat...


"Aku tak mau tergoda FATAMORGANA"
"Aku tak menggilai jabatan, yang selalu menggodaku."
"Aku tak butuh kesenangan duniawi."
"Aku tak mau hidup terkekang."
"Jiwaku bersifat bebas."
"Jiwaku telah menyatu dengan kehidupan seperti ini."
"Semua akan berjalan sesuai jalur hidupku."
"Jika memang berubah, itu tetap takdir dari jalan hidupku, bukan aku yang merubahnya melainkan ALLAH SWT..."

sudah jangan di lanjutkan postingan ini, aku bisa emosi jika terus berjalan di pagi hari.
INTINYA tetap bersyukur inti dari kehidupan.

join bersama ANKERS >>>> Disini
04 June 2012 0 komentar

naskah mawar terakhir yang kulihat

Ide pokok       : hanya hati yang paling peka dalam merasakan perasaan
Tema               : seorang lelaki pencemburu yang berusaha mempertahankan kepercayaanya tuk kekasihnya
Judul               :Mawar terakhir yang ku lihat

SINOPSIS

ASMARA (mahasiswi muda yang sangat cantik, lembut, penyabar). Ia mempunyai seorang kekasih bernama RAMA  (pria tanggung, jujur dan terbuka). Mereka berdua telah berpacaran selama 2 tahun.
            hari ini adalah aniversary Mara dan Rama yang ke 2tahun, pagi hari ketika Mara sedang tertidur di kamarnya tiba2 handphonnya berdering, dan ternyata Rama menelpon untuk mengucapkan happy anyversary dan mengajak Mara untuk merayakannya malam ini. Tapi sayangnya Mara menolak karna ada urusan kampus yang tidak bisa di tinggalkan, Rama dengan mudah mengerti keadaan Mara, dan tidak jadi merayakannya..
            secara diam2 Rama merencanakan untuk membuat kejutan untuk Mara. Siang hari, Rama datang ke kampus Mara sambil membawa sebatang mawar merah, namun ketika masuk Rama mendapati Mara sedang asyik bercanda di tangga  dengan seorang laki2. Mulai timbul rasa curiga dan cemburu di hati Rama.
            Rama pergi dan tak jadi memberikan bunga yang ia bawa, Rama masuk kamar dengan membanting pintu dengan keras, ia duduk di tempat tidur, ia pandangi mawar yang masih di genggamannya, karna kesal ia lempar mawar itu ke meja. Tanpa berlama2 rama langsung menelphon Mara dan mengaku bahwa ia cemburu karna tadi ia melihat Mara sedang mesra bercanda dngan seorang laki2. Namun Mara hanya menjawab dengan santai bahwa laki2 itu hanya teman kampus Mara. dengan rasa percaya dan tidak Rama menutup telponnya, hari itu Rama terus dibayangi cemburu yang begitu menyiksa jiwanya,
28 October 2011 0 komentar

Sastra Kumbang

TENTANG SASTRA KUMBANG…
By : Ray Ankers Crazy

Bisa di bilang kalau kumbang itu merugikan, hewan perusak, namun tidak di pungkiri, hubungan kumbang dengan bunga bisa sangat dekat sekali. berikut deskripsi tentang bunga dan kumbang

Bunga dan kumbang merupakan istilah yang selalu di tampilkan bersama dalam berbagai ekspresi budaya seperti bait puisi, lagu, dan karya sastra. Kumbang dan bunga ini dipadu padankan bersama-sama karena kedua mahluk ciptaan ini memang sulit sekali untuk dipisahkan. Kumbang membutuhkan bunga untuk mendapatkan madu, sedangkan bunga membutuhkan kumbang untuk menebarkan serbuk sari. Pada beberapa bait puisi ataupun lagu, penggunakan kumbang dan bunga ini diibaratkan sebagai pasangan simbol yang digunakan untuk memisahkan satu gender dengan gender lainnya. Kumbang melambangkan simbol pria, dan wanita menggunakan bunga sebagai simbol gendernya. Dalam beberapa bait lagu, seorang penyair sering kali menggunakan dua simbol ini sebagai pengganti status gender mereka. Contoh, dalam beberapa lirik lagu dan puisi mungkin kita akan sering menemukanungkapan yang berbunyi “jika kau jadi bunga, aku jadi kumbangnya”. Sebuah ungkapan yang dimaknai sebagai gambaran bahwa si kumbang dan si bunga tak akan pernah berpisah karena memang pada kodratnya mereka akan hidup bersama dengan alam.
23 October 2011 0 komentar

kumpulan puisi.


Puisi Untukmu

Selayaknya bintang yang bersinar…
Parasmu menyilaukan pandanganku…
Terkejut aku melihatnya…
Kini kau telah kembali…
Hati ini serasa tak percaya bila kau kembali…
Hati ini kembali menemukanmu…
Cinta yang telah lama layu…
Kini bersemi kembali karna kehadiranmu…
Sayang… ku mohon jangan kau pergi lagi…
Sudah cukup aku menanggung
Segala yang kau tinggalkan…
Kini ku berharap bisa hidup bersamamu kembali…
Cintaku untukmu masih terlalu kuat…
Tak kuasa aku meninggalkannya…
Ku ingin kau untukku…
Aku membutuhkanmu…
Karena aku sangat mencintaimu…



Kuingin Kau Kembali

Hanya kau yang bisa…
Hanya kau yang ku ingat…
Semuanya hanya tentang dirimu…
Kaulah yang terindah…
Seperti bintang di malam hari…
Kau terangi ruang hatiku yang gelap…
Tanpamu kini aku sendiri…
Menjalani hari-hari kelamku…
Kasih cepatlah kau kembali…
Ku ingin sekali merasakan cinta…
Cinta yang dahulu kau berikan padaku…
Cinta yang sangat indah…
Kuingin kau kembali…
Aku tak kuasa menahan rindu ini…
Rindu yang semakin membebaniku…
Cepatlah kembali dan peluk erat hatiku ini…
10 February 2011 0 komentar

APA SIH VALENTINE ITU??

Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentin tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine's Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.
15 January 2011 0 komentar

about me and my love

Ray (me) dan Dinny, 15 Oktober 2009 hubungan ini berawal dari sebuah acara islami... dimana saat itu saya sedang membawakan sebuah materi (games) pada acara tersebut.. entah ada angin apa, dia tertawa begitu lepas sehingga menyita perhatianku. sejak saat itulah saya bertanya-tanya sebenarnya siapa wanita itu... butuh waktu lama untuk mendekatinya... singkat cerita... akhirnya aku bisa juga mengambil hatinya.. dan sampai sekarang kami memadu kasih berdua... semoga cinta kami berdua merupakan jembatan kami untuk menggapai Ridho dari-Nya semoga saja... amien....


jangan lupa juga klik Disini untuk bergabung bersama Ankers dan juga klik Disini untuk berteman dengan saya di facebook... jangan lupa Follow me oke....!!!
03 January 2011 0 komentar

Mantapnya OKTO (Pemain Indonesia)

Sebagai benua terbesar yang punya jumlah penduduk paling banyak pula, Asia tentu menyimpan bakat-bakat sepakbola yang hebat. ESPNsoccernet mencoba untuk memprediksi siapa saja yang bisa bersinar atau setidaknya cukup bagus untuk main di Liga Eropa. Ada satu orang Indonesia di dalam daftar. dan sayangnya tetangga kita yang sering sekali mengaku-aku budaya INDONESIA yaitu negara MALAYSIA YANG MERUPAKAN NEGARA PEMBAJAK BUDAYA tidak ada pemainnya yang layak berlaga di EROPA.

Deng Zhuoxiang (Shandon/China)
Midfielder ini tampil luar biasa di Piala Asia Timur tahun lalu. Termasuk
saat ia mencetak gol ke gawang Korea Selatan yang menghadirkan kemenangan pertama bagi China atas Taeguk Warrior. Klub-klub di Korea dan Jepang mencoba untuk menariknya tapi tak sanggup dengan harganya. Mungkin sudah saatnya untuk klub Eropa 'ikut campur.'
27 December 2010 0 komentar

puisi cinta

Puisi Untukmu

Selayaknya bintang yang bersinar…
Parasmu menyilaukan pandanganku…
Terkejut aku melihatnya…
Kini kau telah kembali…
Hati ini serasa tak percaya bila kau kembali…
Hati ini kembali menemukanmu…
Cinta yang telah lama layu…
Kini bersemi kembali karna kehadiranmu…
Sayang… ku mohon jangan kau pergi lagi…
Sudah cukup aku menanggung
Segala yang kau tinggalkan…
Kini ku berharap bisa hidup bersamamu kembali…
Cintaku untukmu masih terlalu kuat…
Tak kuasa aku meninggalkannya…
Ku ingin kau untukku…
Aku membutuhkanmu…
Karena aku sangat mencintaimu…



Kuingin Kau Kembali

Hanya kau yang bisa…
Hanya kau yang ku ingat…
Semuanya hanya tentang dirimu…
Kaulah yang terindah…
Seperti bintang di malam hari…
Kau terangi ruang hatiku yang gelap…
Tanpamu kini aku sendiri…
Menjalani hari-hari kelamku…
Kasih cepatlah kau kembali…
Ku ingin sekali merasakan cinta…
Cinta yang dahulu kau berikan padaku…
Cinta yang sangat indah…
Kuingin kau kembali…
Aku tak kuasa menahan rindu ini…
Rindu yang semakin membebaniku…
Cepatlah kembali dan peluk erat hatiku ini…


Jangan Pergi Dariku

Kumohon bertahanlah…
Bertahanlah disini…
Walau hanya satu menit…
Kuingin sekali memelukmu…
Kuingin membelai rambut indahmu…
Merasakan kembali cinta yang pergi…
Memandang senyuman…
Yang selalu terukir di bibir manismu…
Mengusap airmata yang mengalir di pipimu…
Memelukmu saat kau menangis…
Membantumu saat kau susah…
Dan melindungimu saat ada masalah…
Kumohon padamu…
Jangan Pergi Dariku…
Sulit rasanya menghapus segala bayangmu…
Yang telah melekat di benakku ini…
Cinta jangan tinggalkan aku…

15 December 2010 0 komentar

Bagaimana caranya Hubungan beda Usia????

Bagaimana pacaran dengan perbedaan usia yang terlalu jauh…..

Apabila memiliki seorang kekasih yang umurnya terpaut jauh kemungkinan hanya 1: 10 yang akan bertahan lama karena dalam hubungan itu pasti akan terjadi perbedaan pendapat dan sifat dari masing-masing.
Misalnya ada sepasang kekasih yang menjalani suatu hubungan yang perempuannya itu masih duduk di bangku sekolah(SMK) dan prianya itu sudah kuliah atau memiliki pekerjaan.Pasti akan mengalami banyak perbedaan,maksudnya karena perempuannya yang masih terlalu muda dan berjiwa ABG pasti masih berfikir untuk bersenang-senang dan bebas,tapi di sisi lain prianya itu sudah kuliah atau bekerja jadi pola berfikirnya juga lain.Pria itu akan berfikir lebih dewasa untuk ke depannya dan serius dalam menjalani hubungannya ,beda dengan perempuannya yang masih ingin menikmati masa mudanya yang ingin menjalani dengan biasa-biasa saja.
Kesimpulannya:
Apabila mereka sedang bersama pasti akan terlihat perbedaannya.Perempuannya yang sering bercanda dan tertawa lalu sih pria yang selalu dengan ke seriusanya dan bersikap terbuka akan membuat perempuannya itu merasa canggung dan tidak nyaman dengan menuruti sikap dari prianya.Maka dari itu yang membuat hubungan itu tidak akan bertahan lama,pasti dari salah satunya akan ada yang tidak bertahan dan lebih memilih untuk mengalah.
Tapi masalah itu bisa di atasi apabila salah satu dari mereka harus ada yang mengalah,maksudnya mengalah disini yaitu mengalah dengan cara menuruti dan melakukan sifat dari keduanya dengan ikhlas agar bisa mengimbanginya kalau ingin hubungan itu bisa bertahan lama.
Mudah-mudahan setelah membaca ini anda akan mulai bisa mempertimbangkan tentang hubungan anda….Than’x….
01 February 2010 0 komentar

CERPEN BARU (RAY ANKERS)

My Last Valentine
By : www.robert-badoenk.blogspot.com

“Huuuhh..BT BT BT…. Arrrrrgggghhhhh“ Teriak Kirana sambil membanting hand-phonenya ke kasurnya.
“Loe kenapa Na? keliatan kusut banget wajah loe.” Seru Tia sahabatnya Kirana yang saat itu sedang berada di rumahnya.
“Masa tadi, gue nanya ke pacar gue tanggal 14 februari itu hari apa, eh di jawab malah hari minggu.” Jelasnya sambil bergerutu.
“Lah, bukannya bener kan tanggal 14 itu hari minggu.” Seru Tia dengan wajah yang sangat polos.
“Hhhhh… bodoh banget sih loe !” Kirana menoyor kepala Tia. “Tanggal 14 Februari itu Hari Valentine atau yang sering di sebut dengan kasih sayang.” Tambahnya.
“Ohh…” Tia hanya manggut-manggut saja.
Kirana memang sangat menyukai hari Valentine, tiap tahun dia pasti mendapatkan banyak sekali coklat dari para sahabatnya itu. Tapi yang paling ia benci di hari Valentine yaitu pacarnya belum sama sekali mengucapkannya kepada dirinya. Padahal dia berharap sekali ingin mendapatkan perhatian Rudi sang kekasih hatinya itu di saat Valentine tiba.
Setiap tahunnya pasti Kirana memberikan hadiah kepada Rudi yang bermacam-macam rupanya, tapi apa boleh buat, Rudi menerimanya tanpa senyum sedikit pun.
“Woy napa loe bengong jah?” Tanya Tia bingung melihat Kirana tiba-tiba bengong.
“Gue bingung selama gue pacaran sama Rudi, belum sama sekali Rudi ngucapin Selamat Hari Valentine yah sayang. Padahal gue ngarepin banget dia bilang itu.” Seru Kirana.
“Mungkin saja menurut Rudi, Valentine itu gak penting banget.”
“APAA? LOE BILANG VALENTINE GAK PENTING????“ teriak Kirana di depan mukanya Tia
“Emang.” Jawabnya enteng “Coba loe pikir deh, masa hari kasih sayang di rayain tiap satu kali setahun masuk akal gak?” Tambahnya.
“Orang gak punya pacar mana ngerti apa itu Valentine, udah gak usah ngomong sama gue lagi, males gue denger ceramah loe.”
“Ya sudah, gue pulang ajah kalo gitu.” Seru Tia sambil berlalu begitu saja.
Kirana memikirkan kata-kata yang tadi di ucapkan oleh sahabatnya itu. hari kasih sayang di rayain tiap satu kali setahun masuk akal gak? Pikirannya terus terbayang kata-kata itu setiap detik dan setiap saat. Sampai dalam mimpi-pun rekaman kata-kata itu terus terputar di dalam otaknya.

Pagi hari di sekolah…
“Pagi cinta, apa kabarnya kamu hari ini.” Seru Kirana kepada Rudi yang sudah menantinya di depan gerbang sekolahnya.
“Pagi juga, aku baik ajah kok, kamu sendiri bagaimana?”
“Baiiiikk banget, ayo kita ke kelas.” Serunya sambil menggandeng lengannya Rudi.
Mereka berjalan dengan pasti. Kadang-kadang Rudi menggelitik pinggang Kirana sampai-sampai dia mengeluarkan tertawa yang sangat lepas. Dan sesampainya di dalam kelas…
“Sayang hari minggu nanti kan tanggal 14 nih, kita jalan yuk, ada yang mau aku omongin nih.” Seru Kirana sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rudi
“Maaf aku gak bisa…”
“Kenapa???” tanyanya sambil menunjukkan wajah yang sedih.
“Yah maaf banget, aku gak bisa nolaknya sayang…”
“Ahhhh… kamu rese, jadi mau nih?” Tanyanya sekali lagi untuk memastikan. Rudi hanya bisa menjawabnya dengan menganggukkan kepalany sambil mencubit hidungnya kirana yang sedikit mancung.
Suara bel terdengar keras dari dalam kelas. Walaupun mereka sekelas, mereka tetap main tatap-tatapan mata. Dan tiba-tiba kelas menjadi gaduh. Karena sudah ada guru bidang study b.jepang yang saat itu kebagian pada jam pertama.
“Ohayoo.” Sapa sensei itu.
Setiap siswa terlihat serius menjalani pelajaran demi pelajaran pada hari itu.

Muach. Rudi mengecup kening Kirana saat tiba di depan rumah kirana.
“Hati-hati yah sayang.” Seru kirana sambil melambaikan tangannya kepada Rudi yang akan pulang setelah mengantarnya pulang.
Dia setia menunggu sang pacar menghilang di tikungan kompleks rumahnya. Kirana langsung menuju ke kamarnya dan langsung mengganti seragamnya. Setelah itu, ia tiduran di atas kasur empuknya. Ia mengambil Hand phonenya dari atas lemari belajarnya. Dia menelpon sahabatnya Tia.
“Tia, bisa anterin gue gak?”
“Kemana?”
“Beli hadia buat Rudi, oya gue minta maaf yang soal masalah yang kemaren.”
“Iya gak papa.”
“Loe tunggu gue yah, entar gue jemput loe, gue mau mandi dulu.”
“oke”
Tut…tut…tut… (Suara telepon terputus)
Kirana langsung menuju kamar mandinya dan segera mandi. Gak lama kemudian, dia selesai dan memilih baju yang akan dia pakai. Dia mengeluarkan mobilnya langsung menuju rumah Tia yang gak begitu jauh.
Sesampainya disana, terlihat Tia telah menantinya di depan gerbang rumahnya dan segera Tia naik ke dalam mobil Kirana.
“Tia, maafin gue yah yang kemaren marah-marah gak jelas sama loe.”
“Gak papa lagi, gue juga tau watak loe emang keras banget.”
“Makasih banget yah, loe udah perhatian sama gue.”
Tia hanya mengangguk pelan. Dan gak lama kemudian, mereka sampai di tempat favourite Kirana di daerah Tebet. Mereka berjalan menyusuri toko-toko untuk memilih hadiah yang tepat untuk Rudi.
“Tia, menurut loe gimana yang ini.” Seru Kirana sambil mencocokkan jaket warna merah yang di tangannya di tubuhnya sendiri.
“Hmm.. bukannya tahun kemaren loe ngasih jaket ke dia?”
“O iya yah…”
“Gimana kalo loe ngasih dia jam?”
“Boleh juga tuh.”
Mereka langsung menuju ke toko yang menjual berbagai jenis jam tangan. Disana banyak sekali pilihan jam tangan dari yang import maupun buatan lokal yang harganya lebih murah di banding yang import.
“Hmmm yang itu gimana menurut loe?” seru Kirana sambil menunjuk jam tangan Adidas warna Black yang di hiasi sedikit model diamond dia setiap angkanya.
“Bagus, gue rasa sih pas banget sama tangannya Rudi yang putih.”
Tanpa pikir apa-apa lagi, Kirana langsung membeli jam itu dan juga tanpa di tawar. Kirana juga minta sekalian di bungkus sambil mengeluarkan amplop pink dari dalam tasnya untuk sekalian di masukkan ke dalam kadonya.
Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, mereka langsung pulang. Kirana tampak sangat ceria sekali setelah mendapatkan yang ingin ia berikan kepada Rudi. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Senyum yang terukir di wajahnya juga sangat indah sekali.
“KIRANA……” Teriak Tia saat melihat truck tepat sekali di hadapannya. Kirana segera membanting stirnya ke kanan dan kehilangan kendali, mobilnya langsung terpontang-panting. Terguling hingga jauh karena tadi mobilnya sempat menyerempet trotoar sebelum terpental.
Orang-orang di sekitar tempat kejadian langsung berusaha menyelamatkan Kirana dan Tia. Tia telah berhasil di selamatkan sementara Kirana masih terjebak dan merintih kesakitan.
“Tia, gue mohon loe bawa nih kado.” Seru Kirana sambil menahan sakit karena kakinya terjepit dan juga telah patah.
Orang yang membopong Tia langsung mengambil kado itu. Kirana akhirnya bisa di keluarkan dari mobil yang telah terbalik itu. Kirana sudah tidak sadarkan diri, sementara Tia sudah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit terdekat dengan salah satu mobil yang di berhentikan warga sekitar. Tia memeluk erat kado itu. Walaupun dalam keadaan pingsan, tak ada seorangpun yang bisa melepaskan pelukkannya terhadap kado itu.
Setelah kurang lebih 3 hari sekarat, Tia telah sadar. Dia langsung ingat akan keadaan Kirana.
“KIRANA, DIMANA KIRANA?”
“Dia masih dalam keadaan kritis, kamu berdoa saja yah.” Seru suster yang sedang memeriksa Tia
“TOLONG TELEPON RUDI, DIA HARUS TAHU SEMUA INI.” Serunya sambil bangun dari tempat tidurnya.
Rudi segera di telepon pihak Rumah Sakit itu, dan dalam setengah jam, Rudi tiba disana.
“Gimana keadaannya?” Rudi terlihat panik.
“Ayo ikut kami.” Seru Sang Dokter.
Setelah sampai disana, Rudi terpaku melihat keadaan Kirana yang sangat mengenaskan. Banyak sekali perban yang melingkar di tubuhnya. Rudi menuju sisi tempat tidur Kirana.
“Sayang aku ada disini, di samping kamu, aku gak akan ninggalin kamu, cepat sadar sayang, sadar…sadar sayang,, sadar…” Rudi menahan gejolak dalam dadanya.
Rudi menangis sedih di samping tempat tidur itu.
“Ka..kamu a..a..ada di..disin?” Kirana mengeluarkan kata-kata itu dengan terbata-bata.
“SAYANG… kamu udah sadar?”
“si..ni..” Suara Kirana makin berat.
Rudi segara mendekatkan telinganya di dekat mulut kirana.
“Se…selamat…ha..hari Va..le…valentine.” setelah mengucapkan kata-kata itu, denyut nadi Kirana telah berhenti…
“SAYANG… SAYAAAAAAANG JANGAN BERCANDA… BANGUN… JANGAN TIDUR… SAYAAAANG BANGUUUUN” Teriak Rudi tidak karuan.
“DOKTER, TOLONG DIA DOK… TOLOOOOONG…”
“Nak Rudi, sudah jangan sedih lagi. Ini sudah takdir dia.”
Rudi menangis sedih sekali, tak sanggup ia menahan kesedihan yang sangant mendalam ini. Kekasih hatinya meninggal di depan kedua matanya dan bertepatan sehari sebelum Valentine tiba.

“Rud, dia waktu itu mau ngasih ini ke loe.” Seru Tia sambil mendekati Rudi yang sedang berada di makamnya Kirana.
“Apa ini?”
“Loe buka aja Rud, pasti loe tau kok.”
Rudi membuka kado itu, dan ia tersenyum. Rudi membuka amplop yang ada di dalam itu.
Sayang, hari ini hari Valentine, kamu tau kan aku paling suka hari Valentine, karena semua orang merayakan hari kasih sayang ini. Oya aku juga buat puisi untuk kamu lho, kamu baca yah..:
TIADA AKHIR TIADA BATAS

Bila kau tak inginkan Cinta.
Ku akan pergi dari hatimu.
Bila kau inginkan cinta.
Tanpa menyesal aku akan bertahan.

Seperti inilah aku mencintaimu
Yang tiada batas untuk kau cintai.

Aku mencoba menelusuri cinta dalam hatimu
Tanpa keraguan pada diriku
Lihatlah ku disini wahai kekasih
Yang tiada akhir ku mencintaimu.
Dan tetap setia tersenyum walau hati terluka.

Kamu pasti bingung yah? Aku sebenernya mau banget kamu mengucapkan “SELAMAT HARI VALENTINE YAH SAYANG.” Kayak orang-orang yang lain, tapi kenapa kamu gak pernah ngucapin itu, aku mau denger apa alesan kamu.
Tapi kalo kamu gak ngasih tahu juga gak papa. Aku tetap sayang kamu hingga aku mati.
By : KIRANA LARASATI

“Sayaaang kenapa sih kamu suka banget sama Hari Kebodohan ini, Hari Valentine itu adalah Hari kebodohan, kamu telah tertipu sama cerita-cerita bohong tentang indahnya Valentine, bodoh sekali sih kamu, aku sudah bilang berkali-kali dari dulu. HARI VALENTINE itu HARI KEBODOHAN… makanya aku gak mau ngucapin itu ke kamu. Dan hari ini adalah hari Valentine terakhir buat hidupmu, tapi cinta ini gak akan berkahir untuk mu…” Seru Rudi.
10 January 2010 0 komentar

Cerpen.. Cinta, jangan tinggalkan aku...

“Ray, kenapa sih loe akhir-akhir ini sering menyendiri disini?” Tanya Ubay, sahabatku yang hitam manis dan lucu.

Dia merangkulku dan ikut duduk di bawah pohon pinggir danau daerah Bogor. Aku tetap terdiam tak bicara satu kata pun. Kedua sahabatku Dzhony dan Toy datang dan ikut menghiburku. Sebenarnya aku seperti ini karena aku teringat akan sebuah kenangan indah yang dulu aku alami bersama Winda, cewek yang dulu sangat aku cintai. Dia pergi setelah ada konflik di dalam keluarganya. Winda pergi bersama Ibunya ke Kalimantan Selatan. namun naas, sebulan sebelum pergi, dia sudah pergi terlebih dahulu dan takkan kembali lagi.

“Ray, ngomong dong ada apa?” Tanya Dzhony dengan nada yang sangat mengkhawatirkan aku.

“Loe udah gak anggep kita sebagai sahabat?” Tanya Toy dengan nada yang keras.

Aku tahu di dalam kepala mereka sedang ada tanda tanya yang begitu besar. Ada apa sebenarnya dengan sahabatku Ray? Kira-kira seperti itulah pertanyaannya. Aku berdiri dan mengambil sebuah batu dan melemparnya ke danau yang tenang itu sehingga terciptalah sebuah pusaran air yang menyebar hingga ke tengah.

“AAAAAAAAAAArrrrrrgggghhhhhh.” Aku berteriak keras sekali untuk menghilangkan segala kerisauan hatiku ini.
Ketiga sahabatku mendekati aku dan memelukku dari belakang. “Kami sebenarnya tak mau ikut campur dalam masalahmu, tapi kami mohon beritahu kami apa masalahmu.” Seru Ubay sambil menahan gejolak amarah yang hampir mencapai puncaknya itu.

“Lepaskan pelukan kalian, baru nanti aku ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada diriku.” Akhinya egoku ini dapat aku atasi karena aku tidak mau melihat orang di sekitarku ini ikut sedih karena aku.
Kami berempat duduk tepat di bawah pohon yang sangat besar dan satu-satunya pohon besar yang ada di pinggiran danau ini. Aku memulai bercerita kepada mereka kejadian beberapa tahun yang lalu dari awal hingga akhir tentang proses perpisahan aku dengan Winda seseorang yang sangat aku cintai.

****

“DIAM KAMU…” teriak Pak Edwin “PLAK…” terdengar suara tamparan keras dari dalam kamar Mamanya Winda.
Winda menangis sedih di dalam pelukkanku yang saat itu aku sedang bertamu ke rumahnya. Aku belai rambut panjangnya yang terurai indah, aku usap kedua matanya yang sedang mengalirkan airmata seperti dua buah sungai kecil di kedua pipinya. Dadaku terasa semakin dibasahi oleh airmata Winda.

“Dhe, sudahlah jangan kamu bersedih terus, semua ini adalah cobaan dari yang kuasa, kamu harus tetap tegar dan tabah menjalaninya.” Aku berusaha menghiburnya.
Winda bangkit dan berlari keluar dari rumahnya, segera aku mengejarnya sebelum jauh.

“Kak, bawa adhe pergi jauh kak, adhe mau tenangin diri dulu kak.” Ajaknya dengan suara yang masih berat karena berusaha mengatur derasnya airmata yang sedang mengalir di pipinya itu.
Aku mengambil motorku yang aku parkir di sebelah rumahnya itu. Aku mengajak Winda ke sebuah taman yang di penuhi dengan beberapa bunga hiasan dan juga pohon-pohon yang rindang, udaranya juga sejuk sekali. Aku parkirkan motorku di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Winda langsung duduk di belakang pohon tempat aku parkir motor. Aku mengeluarkan sebuah air mineral yang aku simpan bi bagasi motorku. Dia meminumnya dengan rakus. Aku pandangi wajahnya yang masih menahan kesedihan itu. Tampak dua buah gundukkan di bawah kedua matanya.

“Kamu tenang ajah dhe, dengan iringan waktu yang berjalan terus, lama-lama semua masalah keluarga kamu akan selesai.” Aku masih berusaha menenangkan hatinya.

“Ya kak, walaupun hari ini cerah tapi hatiku terasa hujan deras.” Serunya sambil berjalan ke arah sebuah bangku yang berada di taman itu.

“Aku akan berusaha semampuku untuk meredakan hujan itu.” Timpalku
Dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Lama-lama dia tertidur di bahuku. Aku membelai-belai rambut panjangnya itu. Aku akan mencoba untuk selalu ada di sampingmu, walau tidak setiap detik, Winda aku sangat menyayangi dirimu, aku akan selalu mencoba tetap sayang padamu. Aku mngucapkan kalimat itu di dalam hati sambil tetap membelai rambutnya.

Tidak lama kemudian dia terbangun, dan langsung merapikan rambutnya yang berantakan itu. Aku menatap wajahnya yang masih sembab karena seharian menangis terus. Dia berdiri dan berjalan ke arah bunga-bunga yang sedang asyik menari-nari karena hembusan angin sore yang cukup kencang, dia merentangkan kedua tangannya dan menjatuhkan tubuhnya ke atas bunga-bunga itu.

“Kak, andaikan angin ini bisa mengirimkan pesan kepada kedua orang tuaku bahwa adhe sangat mencintai mereka, dan menginginkan sebuah kedamaian di dalam keluargaku.” Dia mengeluarkan semua kegundahan yang ada di hatinya.

“Aku akan selalu berusaha untuk tetap mendampingi kamu saat suka maupun duka, walaupun gak setiap detik ada di samping kamu, tapi aku akan selalu ada di hati kamu.” Ray coba menenangkan hati Winda yang mungkin sedang menghadapi masa-masa yang sangat sulit saat ini.

Winda bangkit dan memelukku dengan erat seakan tak mau pisah dariku. Aku membalas pelukannya dan membelai rambutnya. “Aku sayang sekali sama kakak.” Bisiknya. Aku membalasnya dengan mencium keningnya. “Kakak juga sayang kamu.”
Aku antar dia pulang kerumah, karena hari sudah mulai senja. Sepanjang jalan Winda memelukku dengan erat sekali. Cinta itu penuh liku-liku, hanya seseorang yang telah mengerti apa artinya cinta sajalah yang bisa merasakan cinta yang sesungguhnya. Gumamku di dalam hati.

“Hati-hati ya kak.” Seru Winda setelah sampai di depan rumahnya.

“Ya dhe.” Jawabku sambil tersenyum ke arahnya.
Aku lihat dari kaca spionku, dia masih melihat ke arahku sambil melambaikan tangannya. Dia menatapku sampai aku menghilang di tikungan. Di sebuah masjid, aku berhenti sejenak untuk melaksanakan Shalat Magrib sejenak. Dan sesampainya dirumah, Aku berbaring di kasur manatap langit-langit kamarku. Tak terasa kedua mataku ini mengalirkan dua buah sungai kecil yang bersumber dari dalam mataku. Aku sedih kalau ingat hari dimana Winda mencoba menutupi kesedihannya.

****

Beberapa hari kemudian di sekolah…

Aku memandangnya dari kejauhan agar aku bisa tetap menjaganya dan memperhatikan setiap gerak-gerik yang di perbuatnya. Dia sedang asyik tertawa, bercanda, dan lari-larian seperti anak kecil bersama temannya Andine. Andine itu orangnya Super,Super gemuk dan super segalanya. Dia adalah sahabat Winda yang sangat setia. Mataku tiba-tiba menangkap sesuatu yang ganjil dari cara Winda tertawa, tapi apa yah? Aku tidak tahu… Dia tertawa seakan dia yang paling riang, Namun menurut pandanganku tidak, ada yang aneh dari mimik wajahnya. Aku tunggu dia saat pulang sekolah di depan pos satpam. Sambil menunggunya, aku berbincang-bincang sama Pak Anda satpam sekolah SMA Terpadu.

“Ray, Cewek loe mana?” Tanya Pak Anda membuka topik pembicaraan.

“Neh lagi nunggu dia keluar Pak, Lama banget yah.” Jawabku sambil duduk di bangku.

“Ya udah sabar ajah mungkin lagi dandan kale, kan mau ketemu pangerannya.” Ledek Pak Anda.

“Ahh Bapak bisa aja.”

“Tuh Winda, Panjang umur dia.” Seru Pak Anda sambil menunjuk ke arah Winda yang sedang membenarkan kuncirannya.

“Ya udah Pak, saya pulang dulu yah, Assalamu’alaikum.” Seruku sambil mengucapkan salam dan berlalu meninggalkan pos satpam

Winda melihat kedatanganku dan menyambutnya dengan senyuman indah yang terukir di pipinya. Aku segera menuju ke halte bus di depan sekolah menunggu bus yang akan mengantarkan kami pulang.

“Kak, mau tanya boleh gak.” Tanya Winda kepadaku dengan tatapan yang sangat serius.

“Mau tanya apaan?”

“Kalau misalkan hari ini terakhir kita bertemu apa yang akan kakak ucapkan padaku?” Tak ku duga dia melontarkan pertanyaan yang sangat sulit untuk ku jawab. Aku terdiam sebentar dan aku genggam erat tangannya.

“Aku akan selalu menunggu adhe disini, aku tunggu sampai adhe hilangkan semua kegelapan yang ada di hatiku ini, dan genggaman ini takkan ku lepaskan walaupun hari ini kiamat sekalipun aku akan tetap menggenggam tangan adhe. Karena aku sangat menyayangi adhe.” Jawabku dengan panjang lebar.

“A..aku juga sayang sama Kakak.” Winda kembali menangis.

“Aku juga tahu dhe, aku akan selalu memelukmu seperti saat ini apabila adhe masih tetap menangis.” Seruku sambil membenamkan Winda di dalam hangatnya pelukkanku.
Winda bangkit, dan mengusap air matanya dengan sapu tangan merah yang menjadi barang kesayangannya. Aku ambil sapu tangan itu dan aku bantu dia mengusap air matanya itu.

Tidak lama kemudian bus yang kami tunggu akhirnya datang, kami mengambil tempat duduk di dekat supir karena kebetulan bus yang kami tumpangi ini masih kosong dan hanya ada beberapa bangku yang terisi. Winda menyandarkan kepalanya di bahuku sambil melihat padatnya jalanan yang kami lewati. Saat jalanan kosong, supir melajukan busnya dengan sangat cepat sekali, seluruh penumpang di dalam bus ini jantungnya sedang beradu cepat berdetak. Supir bus ini tidak memperdulikan keselamatan penumpang, ada seorang penumpang yang melemparkan sepatunya ke supir bus tapi tetap saja dia masih beradu cepat. Bus tiba-tiba oleng dan menabrak sebuah rumah di pinggir jalan. Aku mendengar banyak teriakkan disini, tapi mataku tak dapat melihat apa yang terjadi. Winda…aku teringat Winda, dimana dia, selamatkah dia, aku bingung, badanku serasa melayang dan tiba-tiba aku mendarat di sebuah media yang sangat empuk. Sirine ambulance sangat terdengar di telinga ini.

“Lho aku dimana?” Tanyaku setelah sadar dari pingsan tadi. “Dimana Winda, Winda…” Aku panik dan berusaha bangkit dari tempat tidurku tapi terasa sangat berat.

“Winda ada di ICU, dia terluka parah dia hampir kehabisan darah.” Seru sang suster yang sedang memeriksaku.

“Sus, Bawa aku bertemu dia.” Teriakku panik

“Kamu sabar saja dia pasti selamat.” Suster itu berusaha menenangkanku.

“Aku takut terjadi sesuatu sama dia Sus.” Aku semakin nekat, aku ambil tabung
infusanku dan segera berlari menuju ruang ICU walau aku tidak tahu dimana, tapi aku tetap berusaha mencarinya. Aku jatuh bangun untuk menuju kesana, tiba-tiba badanku serasa melayang kembali. Ternyata aku pingsan lagi. Aku menyerah dan berusaha untuk tetap istirahat di dalam ruanganku.

****

Setelah berhari-hari berada di rumah sakit. Winda belum juga sadar semenjak kecelakaan beberapa waktu lalu. Aku menatapnya dari pinggiran tempat dia berbaring dengan hidungnya di tutupi dengan alat bantu pernapasan. Tidak lama kemudian, Ibunya masuk ke dalam kamar itu.

“Nak Ray makasih yah sudah bantu Ibu menjaga Winda.” Serunya sambil duduk di samping putrinya yang sedang terbaring lemah.

“Sama-sama Bu, ini karena Winda juga yang bisa membuatku jatuh cinta dan menyayangi dia dengan tulus.” Jelasku.

“Ibu minta maaf yah, karena selama ini…”

“Sudahlah Bu, lupakan saja yang penting sekarang kita berdo’a kepada Illahi agar Winda dapat sadar kembali.”

“Sekali lagi makasih banget yah Nak Ray.” Ibunya kali ini mengusap air matanya yang sudah mulai membanjiri pipinya.

Namun aku merasa ada yang ganjil saat Ibunya datang, kali ini dia tidak bersama suaminya. Rasanya aku ingin bertanya tapi apa hak aku untuk bertanya seperti itu. Aku memutar kursi roda yang aku duduki untuk keluar dan membiarkan mereka berdua saja agar hubungan antara Ibu dan anak semakin klop.

Baru beberapa putaran roda kursi ini, aku melihat Ayahnya Winda terlihat panik sekali dengan langkah yang begitu cepat dia melewatiku dan masuk ke dalam ruangan dimana Winda di rawat. Aku tersenyum bahagia karena baru pertama kalinya aku melihat mereka bertiga berada di dalam satu ruangan. Aku juga sempat mencegah suster untuk masuk ke dalam ruangan itu.

“Sus, biarkan mereka berkumpul sejenak, aku sudah lama merindukan pemandangan seperti ini.” Seruku sambil memandang ke dalam ruangan itu lewat celah-celah pintu yang tidak tertutup rapat itu.
Suster itu mengerti apa yang aku bicarakan, dia langsung pergi menuju ke ruangannya kembali. Aku melihat, Ayah dan Ibunya menangis sedih melihat kondisi Winda yang masih terbaring lemah. Aku memutar kursi rodaku untuk pergi dari kamar itu. Aku menuju kesebuah taman yang tidak jauh dari kamar Winda di rawat.

Aku memandangi bunga mawar yang sangat indah dan mekar secara sempurna di bawah teriknya matahari membuat bunga itu semakin indah memancarkan pesona kecantikkannya. Aku mendekati bunga itu dan menghirupnya, betapa wanginya bunga itu. Tiba-tiba telingaku mendengar suara yang sangat gaduh dari lorong Rumah Sakit itu, para Dokter dan Suster berlarian. Ada apa ini, apa ada pasien yang sekarat? Tanyaku dalam hati.

Aku memutar kursi rodaku untuk melihat apa yang terjadi, aku terkejut saat melihat semuanya masuk ke ruangan Winda. Aku berusaha untuk masuk ke dalam namun orangtuanya melarang aku masuk. Kedua orang tuanya Winda menangis sedih sekali.

“Tante, apa yang terjadi sama Winda?” Tanyaku penasaran.

“Denyut nadi Winda melemah Nak Ray.” Jawab Mamanya Winda dengan nada yang berat.

“INI SEMUA KARENA KAMU…” Teriak Papanya Winda kepadaku. “KAMU TELAH MEMBUAT ANAK SAYA CELAKA.” Tambahnya.

“Paa…” Seru Isterinya sambil menangis “Malu Pa, di tempat umum ini.”

“DIAM KAMU… ANAK SIALAN INI UDAH BUAT ANAK KITA SEKARAT.” Teriakannya semakin
menjadi-jadi.

“Haha” Aku tertawa pelan. “Apa Bapak pernah tahu apa isi hati anak Bapak? Apa Bapak tahu sikap anak Bapak bagaimana setelah ada masalah ini? Apa Bapak juga tahu harapan terbesar anak Bapak?” Aku melontarkan pertanyaan secara bertubi-tubi.

“PLAK…” Aku di tamparnya dan darah segar mengalir di sela-sela bibirku.

“TAHU APA KAMU TENTANG ANAK SAYA?”

“Isi hati anak Bapak yaitu ingin sekali merasakan kebahagiaan, keharmonisan, kasih sayang, dan yang terpenting dia ingin sekali berbagi cerita di dalam keluarganya, sama Bapak dan Ibu. Anak Bapak sikapnya selalu ceria walaupun di dalam hatinya dia sangat sedih sekali dia gak mau ada satu orangpun yang tahu isi hatinya kecuali saya. Harapan dia adalah agar bisa mendamaikan Bapak dan Ibu agar dia bisa bercanda dan tertawa bersama Anda berdua. Tolonglah luangkan waktu buat dia walaupun hanya 1 detik saja itu akan di kenangnya seumur hidup.” Jelasku panjang lebar sambil menahan sakit akibat tamparan tadi.

“HE, NGARANG KAMU YA?”

“Tidak, anak Bapak yang berkata itu.”

Aku segera pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang berdiri di depan ruangan tempat anaknya di rawat. Tidak lama setelah aku pergi. Winda telah tiada, Winda sudah di panggil sang pencipta. Aku menangis sedih air mataku mengalir deras sekali. Aku tak kuat menahannya. Dadaku terasa sangat sesak mendengar perkataan dokter kala itu.

“Pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun kami tidak dapat melawan kehendak-Nya.” Seru sang dokter.

****

Keesokan harinya di pemakaman…
Aku bersama Ayahku hadir di pemakaman, aku masih menaiki kursi rodaku karena masih dalam proses penyembuhan pasca kecelakaan tragis beberapa waktu lalu. Aku melihat orangtuanya Winda hadir bersama dan saling bergandengan tangan. Mungkin inikah yang diinginkan oleh Winda, suatu kehangatan sebuah cinta antara Ibu dan Ayah. Aku menatapnya sungguh sangat indah pemandangan yang langka itu. Andaikan Winda masih disini dia pasti sudah menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini.

Begitulah cerita mengapa aku saat ini sering sekali terlihat sangat murung, kurang bertenaga, dan kurang bergairah. Karena pada hari ini adalah tepat lima tahun dia telah tiada. Dan tepat pada hari ini pula orang tuanya kembali berdamai, walaupun terlambat setidaknya mereka telah mengabulkan harapan anaknya itu.

“Akhirnya, mereka berdamai juga yah Ray.” Seru Dzhony sambil mengusap air matanya yang mulai menetes di pipinya.

“Cengeng loe, gue jah gak nangis sekarang.” Ejek Ray.

“Sekarang…Dulu loe nangis kejer…” Seru Ubay sambil menoyor kepala Ray dan langsung
berlari.

Ray berdiri dan mengejar Ubay yang sudah berlari kesana kemari. Sementara Toy dan
Dzhony tetap duduk di bawah pohon tempat Ray bercerita tadi.

“Awas loe yah kalo gue berhasil nangkep loe, gue putihin kulit loe.” Seru Ray sambil berlari.

“Coba ajah kalo loe bisa.” Ledek Ubay.
20 June 2008 0 komentar

Guru Dungu

seorang guru bertanya dengan murid... tentang pelajaran yang tadi di terangkanya..


Guru : Anak-anak... sudah mengerti?
anak-anak : SUDAH PAK.....
Guru : yang merasa masih Dungu coba berdiri.
aNak-anak : (Pada diam) (eh paijo berdiri)
Guru : Kamu kan pinter kenapa berdiri..
paijo : Saya ingin menemani bapak karena bapak berdiri yang berarti DUNGU
anak-anak : )*&*(&HH!OHIU#HJ!@#
18 June 2008 0 komentar

Hatiku......

cintamu begitu besar...
hingga tak dapatku...
menahan cinta itu...
cinta yang semakin membuatku...

semakin merasakan sesuatu...
yang semakin berat...
ku tak dapat...
menyesalkan kepergianmu...

karena semua itu...
adalah takdir ilahi...
namun diriku masih sayang kamu...
sampai kapan pun...

hanya kaulah...
yang bisa buatku tersenyum...
hanya kaulah...
CINTA SEJATIKU....


BY:@NKER'S BAND
 
;